Baru 65 persen bayi di Papua Barat mendapat imunisasi dasar lengkap. Penyebabnya, fasilitas kesehatan dan tenaga medis di puskesmas minim dan kesadaran masyarakat kurang.
Menurut Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Barat Ria M Come, Jumat (23/12), pencapaian imunisasi dasar bagi bayi— hepatitis B, BCG, polio, DPT, dan campak—di bawah target. Yang terendah imunisasi hepatitis B, kurang dari 30 persen dari target 80 persen jumlah bayi lahir.
Penyebabnya, menurut Ria, banyak ibu tak tega melihat bayi menangis saat disuntik, padahal rentang pemberian imunisasi hepatitis B maksimal tujuh hari sejak dilahirkan; jauhnya jarak puskesmas dari rumah penduduk; dan minimnya fasilitas operasional bagi petugas untuk keluar-masuk kampung. Aturan adat di kampung juga tak membolehkan bayi dibawa keluar rumah sebelum dibawa ke gereja.
Menurut Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Barat Ria M Come, Jumat (23/12), pencapaian imunisasi dasar bagi bayi— hepatitis B, BCG, polio, DPT, dan campak—di bawah target. Yang terendah imunisasi hepatitis B, kurang dari 30 persen dari target 80 persen jumlah bayi lahir.
Penyebabnya, menurut Ria, banyak ibu tak tega melihat bayi menangis saat disuntik, padahal rentang pemberian imunisasi hepatitis B maksimal tujuh hari sejak dilahirkan; jauhnya jarak puskesmas dari rumah penduduk; dan minimnya fasilitas operasional bagi petugas untuk keluar-masuk kampung. Aturan adat di kampung juga tak membolehkan bayi dibawa keluar rumah sebelum dibawa ke gereja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar